ini adalah lanjutan dari part 1 yang entah sudah berapa tahun yang lalu. seberapa sering kita mendengar “Indonesia tidak memiliki pemimpin yang baik”? sering sekali bukan? bahkan dengan atau tanpa kita sadari, kita sering mengucapkan baik secara lisan maupun dalam hati kita. tetapi, sejauh mana kita bertanya pada diri kita “layakkah kita dipimpin oleh pemimpin yang baik?” dan “sudahkan kita menjadi rakyat yang baik?”. bisa saja mereka para pemimpin kita berkata “saya tidak punya rakyat yang baik”. sah-sah saja bukan?
Paling Banyak Dibaca
-
Daftar Isi
- Satu Komando [part 2]
- Virus Jokowistik
- Di balik Suasana Duka Ta’ziyah
- PKS Lover VS PKS Hater
- Tak Ada Istilah “Kebetulan”
- Diam itu [Masih] Emas
- Jangan Memotong Pembicaraan
- Perjalanan Centris yang Dinamis
- Selamat Jalan MP-Blog
- Mahalnya “Sense of Humor”
- Demokrasi ala Zionis
- Berharap KPK Segera Tiada
- Pelajaran Bahasa Indonesia yang Terlupakan
- Mengaji sambil Belajar, Belajar sambil Mengaji
- Berbahaya Tapi “Asyik”
- Korupsi Bukan Budaya
- Aku dan Hujan
- Cinta Segiembek
- Pukul Saja Wartawan Itu
- PLN, Monopoli kok Rugi
- Tawuran, Wujud Implementasi Solidaritas
- #cintaRohis Melawan Terorisme
- Apakah Kita Termasuk Teroris?
- Menantikan Neo-TVRI
- Mengapa Menggunakan Linux?
- Katakan “Kita Sudah Merdeka”!
- Bangsa Ini Sebaiknya Belajar dari Pramuka
- Jangan Siapkan Plan B
- Empat Pilar Bernegara (Part 3)
- Empat Pilar Bernegara (Part 2)
- Empat Pilar Bernegara (Part 1)
- Ramadhan, Para Artis Ngumpet Dulu Aja Deh!
- Koperasi, Apa Kabarmu Kini?
- Bahasa Jawa Riwayatmu Kini
- Informasi Itu Mahal Bung!
- Profesionalisme dan Urusan Pribadi
- Jakarta Sudah Siaga 3
- Pesimisme untuk Mobil Listrik
- Salak Pondoh Kini Hadir di Pantai Parangtritis
- Korban Renaisans
- Turnamen Al Nakba untuk Kejayaan Palestina
- Bakrie Sudah Kaya, Mau Apa Lagi?
- Bagaimana Melawan Zionis?
- Jangan Anak Tirikan Ilmu Pengetahuan
- “Geng Motor” yang Aneh
- Robb yang Kumaksud
- Indonesia Harus Meminta Maaf Kepada Palestina
- Nasyid Memang Asyik
- Busuknya Partai Penguasa
- Joke di Tengah Lautan
- Belajar Indonesia dalam Batik
- Demo BBM Damai? Mana Didengar
- Jangan Bunuh Tomcat
- BBM Naik, Rakyat Menjadi Sengsara Karena Kita. Kita?
- Buku Bajakan, Antara Kebutuhan dan Larangan
- Harga BBM Naik, Rokpun Ikut Naik
- Republik Subsidi
- Sandalku Hilang di Masjid
- “Homoseksualitas”
- Jika FPI Harus Bubar
- “Jupe Titisan Suzanna”, Ga Penting Banget Deh
- Kotak Hitam itu Bernama Radio
- Investigasi yang Menjatuhkan
- Alon Alon Waton Kelakon
- Quis Custodiet Ipsos Custodes
- Antri e-KTP, Waduh….
- Back to the Djadoel
- Ruang Sidang 20 M, Tidak Mengapa, Asal…
- Antara Mobil Esemka dan Subsidi BBM
- Salahkah dengan “nDeso”?
- Kenalkah Kita dengan “Legislatif”
- Mari Bicara tentang Sampah
- Antara Freeport, Mesuji, Bima, dan Omaticaya
- Melacak Spam/Scam Facebook
- Masalah Internal Pasti Selalu Ada
- Hacker/Cracker Facebook, Dimana dimana dimana….
- Menabung atau Korupsi?
- Murahnya Nyawa Manusia Indonesia
- Siapkah Kita Mati?
- Kapankah “Jaman Edan” Itu?
- Hari (Anti) Korupsi
- Aku Benci Politikus Ini
- Ada Apa Aja Sih di Palembang?
- Kendaraan Bermotor dan Kematian
- Kenalkah Anda dengan Pahlawan?
- Persiapan Sea Games, “The Power of Kepepet”
- Detik-Detik Penantian “Korban Manusia” [semoga tidak terjadi]
- Musyawarah, Perbuatan Tabu di Negara Pancasila
- Pemuda, antara Idealisme dan Realitas
- Darah Tertumpah Demi Kekuasaan
- kisah setahun lalu, 17 km dari puncak merapi
- Pesta Kematian Kadafi. Perlukah?
- Memproyeksikan Setelah Pawiwahan Ageng
- Belajar dari Kesederhanaan Keraton
- Say Hai Aja….
- Simbolisasi dalam Serial Anak
- Antara Kerusakan Kapal dan Zina
- Andai…
- Kunci Sukses
- Never Ending Innovation
- foto-foto lama
- Karpet Sajadah Merusak Shaf
- Jangan Suka Mengeluh
- Berhala itu Bernama HAM dan Demokrasi
- Hati-Hati Penyesatan
- Rahasia
- SUGBK Masih Lebaran
- lebaran kali ini
- cita-citaku, cita-citamu, cita-cita mereka
- pacaran adalah cara terindah untuk memutus silaturahim
- satu komando
- lagi-lagi ke paris
- why part1
- Mubes CENTRIS
- Mengapa sih Kita Sekolah?
- pasca erupsi merapi
- Belajar dari Mbah Maridjan
- taqabalallahu minna waminkum
- lebaran hampir tiba
- Memaknai Kemerdekaan, Apa yang Dibutuhkan Oleh Indonesia?
- Lagu “Jasamu Guru”
- Membenarkan yang Biasa vs Membiasakan yang Benar
- Apakah Kita Seperti Mereka?
- “selamat” hari anak…
- continous improvement
- antara kualitas dan kuantitas
- tahun “baru”
- selamat
- kampanye lagi, sumpek lagi
- FB, teknologi seperti biasanya
- Seperti PRITA
- menciptakan hidup
- selamat
- brand & merk
- Amerika dan Boom
- Caleg dan Partai
- lagi-lagi babi…., babi lagi…..
- ilmu ikhlas
- after PEMILU, what now?
- 24 hours to PEMILU
- hari tenang, menyegarkan…
- 38
Twitter Terbaru
- RT @Rhenald_Kasali: Malam ini, gawat....blm pernah lihat sy digandeng Syahrini kan? Ini bukan gosip...aneh gak ya? 11 hours ago
- pendukung bibit waluyo malah mirip nasdem. Demokrat=biru + golkar=kuning --> biru kuning (nasdem) hahaha 1 day ago
- @burhan_gempok @beritapkb @pemudapkb @santangkian manfaatnya juga harus ke Musolla dan Pesantren. 1 day ago
- @soegiiiih @kompasdotcom moga2 kalah 2 days ago
- @mglsejutabunga ane kmaren k mgl kok ga ketemu ya? jangan2 mereka takut hujan makanya ngumpet. 2 days ago
Eramuslim- eramuslimers: Cameron : (penyerangan itu ) menghianati Islam dan warga Muslim di Inggris... http://t.co/jCCIr6L33g
- eramuslimers: Ada Keanehan, Polisi Tiba sangat lembat di TKP, 20 Menit ! pasca kejadian, padahal ada 2 Kantor polisi berdekatan... http://t.co/FFjjnOmksy
- eramuslimers: Pesawat Spionase Iran mengintai negara negara teluk... http://t.co/50txvJ7Gjh
- eramuslimers: Anti Islam Merebak di Inggris, Pasca pembunuhan "Tentara"... http://t.co/pCwg3G2lHL
- eramuslimers: Muslim itu Merdeka, dan hanya Sujud kepada Allah saja... http://t.co/Pfxa7N49q7
Republika Online RSS Feed
dakwatuna.com- Mensos: Program Keluarga Harapan Berhasil Mengurangi Angka Kemiskinan
- Kesenjangan Ekonomi Nasional Semakin Mengkhawatirkan
- Mengkritisi “Opini” Majalah Tempo Edisi 20-26 Mei 2013
- Sikap Resmi PKS Menyikapi Ujian yang Menimpanya
- Lulus Pada Usia 20 Tahun, Muslimah Asal Palestina Jadi Dokter Termuda di Dunia
Supported by:








