kembali aku akan posting tentang berandai-andai (tapi bukan andai andai lumut
). kini mari kita berandai-antai tentang kendaraan bermotor. di kota-kota besar khususnya Indonesia terutama jakarta, kendaraan bermotor begitu buanyak. bahkan jakarta bisa disebut sebagai kota macet. kota macet kini merambah ke kota-kota lain seperti surabaya dan yogyakarta. kalau tentang macet sih sudah menjadi realita, kita mau berandai-andai apa dung? mengurai kemacetan? waduh, kalau itu otakku belum nyampe. kita berandai-andai tentang kematian aja deh.
kita bayangkan, di antara ribuan bahkan jutaan kendaraan bermotor yang ada di jalanan indonesia, berapa nyawa yang melayang. banyak pastinya. kalau mau tahu jumlah pastinya, silakan cek di kepolisian. tapi, dari sekian banyak kasus kematian di jalan raya, ada berapa yang disebabkan oleh kematian normal? maksudnya, ketika ada yang mengendarai kendaraan, adakah yang tiba-tiba meninggal dunia? padahal kita tidak pernah tahu kapan kematian datang, tapi subhanallah Allah maha penyayang, orang-orang yang telah meninggal dunia ketika akhir hayat tidak dicabut nyawa ketika mengendarai kendaraan. bayangkan (semoga tidak terjadi) ketika ada pengendara kendaraan sedang melaju dengan cepat di jalan tol kemudian meninggal dunia secara normal (bukan karena kecelakaan atau dibunuh), bagaimana yang akan terjadi? runyam deh akhirnya. atau ketika sedang macet total, kemudian ada pengendara yang meninggal, pasti akan kemacetan semakin parah. aku yakin kejadian seperti itu pernah terjadi, tapi berapa persentase kejadiannya? bahkan jika dibandingkan dengan jumlah kendaraan, jumlah pengendara, jumlah kematian, dan jumlah kecelakaan yang pernah terjadi, kejadian tersebut sangat kecil probabilitasnya.
itulah bentuk rasa sayang Allah kepada kita meski kita melalaikan-Nya, kita selalu dimudahkan oleh-Nya. masihkah kita lalai di tengah kemudahan-kemudahan yang ada?
sumber gambar: http://assets.kompas.com