berapa angka kematian manusia Indonesia? jika kita memperhatikan berita baik televisi, radio, surat kabar, maupun media internet, selalu saja ada berita mengenai kematian. entah itu kematian ibu dan anak, kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja, bunuh diri, atau pembunuhan. suatu kali ada joke di antara para aktivis, program pemerintah ada satu yang sangat sukses yaitu pengentasan kemiskinan. jumlah kemiskinan semakin berkurang bukan karena mereka telah menjadi kaya tetapi karena mereka talah mati. jadi ibarat hukum rimba, siapa yang kuat, ia yang akan tetap bertahan hidup. manusia hidup memang untuk mempersiapkan kematian, tapi kita tidak diperbolehkan untuk mengharap segera didatangi maut. oleh karena itu, kita harus sebisa mungkin untuk mempertahankan hidup agar bisa beribadah.
mengutip dari www.dishub.go.id, berdasarkan data dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di tahun 2010 jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas mencapai 31.186 jiwa. rata-rata sebanyak 84 orang meninggal setiap harinya atau antara tiga hingga empat orang setiap jamnya. bayangkan, itu hanya dari kecelakaan lalu lintas yang merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah HIV/AIDS dan TBC. ini belum ditambah dengan kasus kasus yang telah disebutkan di atas terutama pembunuhan dan bunuh diri.
sering kali kasus kematian ya sudah berakhir dengan kematian. jikapun diusut mengenai penyebab kematian atau tersangka pembunuhan (jika itu pembunuhan), yan hanya selesai di jalur hukum. kemudian, sejauh mana tindakan untuk mencegah agar tidak terjadi lagi? kalau kematian ibu dan anak, kematian yang disebabkan oleh penyakit (HIV/AIDS, TBC, kanker, dll), kecelakaan lalu lintas sudah banyak diusahakan untuk dikurangi. tapi, bagaimana dengan kasus bunuh diri? banyak berita mengenai orang yang melakukan gantung diri karena himpinan ekonomi, tapi kasus ini hanya akan berlalu begitu saja dan selalu saja terulang di hari selanjutnya. atau kasus perampokan yang disertai pembunuhan, apakah sudah ada tindak lanjut untuk mengurangi tingkat pembunuhan jenis ini? ini baru kematian yang sifatnya “pribadi”. bagaimana yang sifatnya “berjamaah” semisal bentrokan. bentrokan atas nama kelompok pelajar, suporter, atau jamaah agama tertentu sering kali memakan korban jiwa. dan sayangnya kejadian ini terus terjadi.
kasus terbaru, Sondang, seorang mahasiswa universitas bung karno melakukan aksi bakar diri di depan istana negara. apakah penyebab ia melakukan aksi bakar diri diusut tuntas? dan jika telah diusut, apakah akan dilakukan aktivitas pencegahan agar tidak terjadi aksi serupa? mari kita tanyakan pada rumput yang bergoyang.