Candi di perpustakaan pusat UII

Masalah Internal Pasti Selalu Ada

Candi di perpustakaan  pusat UII

Candi di perpustakaan pusat UII

saya ingat dengan salah satu percakapan dengan pak Winda Nur Cahyo, dosen jurusan teknik industri UII , kalau ga salah ketika mau dimulai kuliah simulasi industri. sambil menunggu mahasiswa yang belum hadir (waktu itu baru saya sendiri yg siap di kelas), beliau bertanya tentang bagaimana keadaan CENTRIS (center of islamic engineers, lembaga dakwah fakultas FTI-UII), program kerja apa yang sedang dikerjakan, dan pertanyaan-pertanyaan yang tidak jauh-jauh dari situ. dengan singkat ku menjelaskan kalau waktu itu sedang masa-masa konsolidasi dan sedang menyelesaikan masalah-masalah internal. padahal waktu itu bisa dibilang sudah jauh dari masa pembentukan kepengurusan (regenerasi). kemudian beliau menjelaskan, (kurang lebih demikian, kalau ada yang tidak tepat, ya maaf) mengapa kita selalu terpaku dan menghabiskan energi untuk masalah internal. masih banyak pekerjaan yang perlu dikerjakan termasuk menjalankan program kerja. kalau kita hanya terpaku pada masalah internal dan konsolidasi, kapan kita akan mengerjakan apa yang harus dikerjakan? kalau hanya sekedar menyelesaikan masalah internal/pribadi, silakan keluar dulu dari lingkungan kampus.

setelah difikir-fikir, benar juga. (kalau ini pendapat pribadi) kita sering mendahulukan penyelesaian masalah internal daripada pekerjaan yang seharusnya dikerjakan. misal kita ada dalam organisasi yang hidup di lingkungan masyarakat dan bekerja untuk mereka, ketika ada sedikit masalah di internal organisasi, program kerja kita pending dan menyelesaikan masalah terlebih dahulu. jadi selama kita menyelesaikan masalah, tidak ada pekerjaan yang produktif untuk masyarakat di luar. bukan pula kita mengabaikan masalah internal, tapi kita harus ingat bahwa MASALAH INTERNAL PASTI SELALU ADA. jadi, jika kita hanya melihat masalah internal sebagai sesuatu yang teramat sangat penting, waktu kita di organisasi akan habis untuk konsolidasi. kemudian, kapan kita akan menjalankan visi dan misi organisasi? benar kata beliau, jika kita selama masa kepengurusan di organisasi hanya ingin menyelesaikan masalah internal dan konsolidasi, silakan keluar dari masyarakat itu.

dari sudut pandang saya, sebuah organisasi adalah gabungan dari personal yang memiliki spesialisasi masing-masing. biasanya ada bidang/bagian/divisi/departemen HRD/PSDI (pengembangan sumber daya insani)/PSDM (pengembangan sumber daya manusia)/kaderisasi atau yang sejenis. jadi, jika masalah internal terkait dengan kemampuan dari personal-personal itu adalah kewajiban dari bidang ini. jika masalah itu berkaitan dengan kerjasama tim, itu juga kewajiban mereka bersama dengan ketua sebagai pemegang “kepala” dari sistem. dan mungkin adalah masalah internal lainnya harus ada kelompok tersendiri yang bertugas menyelesaikan masalah tanpa mengurangi konsentrasi kepada tujuan dari organisasi.

tambahan, di lanjutan perbincangan dengan pak winda, beliau menjelaskan sudahkan dakwah di kampus (dimungkinkan juga di lingkungan non kampus) sudah membidik sasaran “apa yang diinginkan oleh mahasiswa”, bukan sekedar “apa yang dibutuhkan oleh mahasiswa”. untuk pembahasan ini, insya Allah dilanjutkan di posting berikutnya ^^y

Terima kasih karena udah menyempatkan membaca. Silakan jika berkenan dilanjutkan dengan memberikan komentar... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s